Apel Kesiapsiagaan Nasional Antar Aparat Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Aksi Terorisme

Pontianak – Ancaman terorisme adalah ancaman nyata di depan mata bangsa Indonesia. Untuk itu, seluruh pihak harus bisa bersinergi dalam melakukan tindakan untuk mencegah dan menanggulangi kemungkinan terjadinya aksi terorisme.

Fakta itulah yang membuat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus memperkuat sinergi dengan menggelar simulasi berupa Apel Kesiapsiagaan Nasional Antar Aparat Dalam Rangka Menghadapi Ancaman Aksi Terorisme. Apel ini digelar sebagai upaya untuk mengimplementasikan penyiapan kesiapsiagaan nasional dari satuan-satuan pasukan TNI-Polri dan pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi terhadap tindakan aksi terorisme di setiap wilayah.

Setelah Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Lampung, Sub Direktorat (Subdit) Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis pada Direktorat Penindakan di Kedeputian II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, BNPT kembali menggelar Apel Kesiapsiagaan Nasional Antar Aparat Dalam Rangka Kesiapsiagaan Untuk Menghadapi Ancaman Aksi Terorisme Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (18/7/2019). Apel ini digelar di Markas Batalyon Komando Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU 465 Brajamusti, Pontianak.

Kasubdit Kesiapsiagaan dan Pengendalian Krisis BNPT Darmanto menjadi inspektur apel mewakili Deputi Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Pol. Drs. Budiono Sandi, M.Hum. Bertindak sebagai komandan apel, Wakil Komandan Batalyon Paskhas 465 Brajamusti, Mayor (Pas) Doni Herriyanto.

“Apel kesiapsiagaan ini untuk mewujudkan dan mengimplementasikan penanggulangan terorisme yang dinamis melalui upaya sinergi antar institusi pemerintah dan masyarakat di daerah mengantisipasi kemngkinan terjadinya aksi terorisme,” ujar Darmanto.

Menurutnya mantan Komandan Batalyon Infanteri 125/Si’mbisa, Korem 023/Kawal Samudera, Kodam I/Bukit Barisan ini, Kalbar adalah salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Tentu saja sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan negara lain, memiliki tingkat kerentanan sangat tinggi karena menjadi tempat keluar masuknya teroris dari luar negeri. Dengan apel ini diharapkan, seluruh satuan-satuan pasukan TNI-Polri dan pemerintah daerah setempat dalam mengantisipasi terhadap tindakan aksi terorisme di wilayah provinsi Kalbar.

Apel Kesiapsiagaan Nasional di provinsi Kalbar ini diikuti sebanyak 275 orang gabungan pasukan TNI-Polri dan instansi pemerintah yang berasal dari Yonko 465 Paskhas/Brajamusti, Lanud Supadio, Yonif 643/Wanara Sakti, Yonmarhanian XII/Jaguar Yudha Khatulistiwa, Lantamal XII Pontianak, Satbrimob Polda Kalbar, Polair Polda Kalbar dan Damkar Kota Pontianak.

Hadir dalam apel itu antara lain Kepala BNNP Kalbar Brigjen Pol Suyatmo, Kapolres Kota Pontianak Kombes Pol M. Anwar Nasir, perwakilan Pemprov Kalbar, perwakilan Kodam Tanjungpura, Kasatpol PP Kalbar Golda M. Purba dan Plh. Kasat Pol PP Pontianak Atalia Omri.

“Setelah Sultra, Lampung, Kalbar, kami juga akan menggelar apel kesiapsiagaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),” kata Darmanto.