ChiPS Jadi Finalis Sinopadik dan Stan Terbaik Jambore Inovasi Kalimantan 2018

” Jambore Inovasi Kalimantan harus terus berlanjut sebagai bentuk jejaring kerja, forum komunikasi, dan media untuk replikasi inovasi serta sharing pengetahuan dan wawasan untuk membangun inovasi pelayanan publik berkualitas di wilayah Kalimantan ” Hal itu disampaikan Kepala LAN RI, Dr. Adi Suryanto, M.Si saat membuka secara resmi pelaksanaan Jambore Inovasi Kalimantan 2018, di Rumah Adat Radankng, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (11/10). Pada kesempatan itu juga diberikan penghargaan INAGARA Award kepada 5 pemenang dan 15 finalis kompetisi Sinopadik. Setelah acara pembukaan, Kepala LAN bersama dengan Wakil Gubernur Kalimantan Barat Drs. H Ria Norsan, MM, MH mengunjungi stand-stand dari 5 provinsi se- Kalimantan dan juga stand para finalis kompetisi Sinopadik.

Salah satu inovasi pada Sat.Pol.PP Kota Pontianak yaitu ChiPS ( Cegah Kumuh Melalui Penertiban Subuh) menjadi salah satu dari 15 finalis pada kegiatan dimaksud. ChiPS berhasil meraih peringkat 6 dari 15 finalis. Acara dilanjutkan dengan pameran yang berlangsung hingga 13 Oktober 2018. ChiPS  kembali mendapatkan penghargaan sebagai Stan terbaik I .

Narasumber yang melakukan penilaian pada kompetisi ini adalah :

  1. Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara LAN RI Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo, SH, MA;
  2. Staf Ahli Menpan RB Bidang Budaya Kerja Drs. Teguh widjinarko, MPA dan
  3. Guru Besar Manajemen Kebijakan Publik Fakultas Sospol UGM Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo, MPP, Ph.D.

Berikut Profil Inovasi ChiPS

Sebelumnya ChiPS juga pernah mendapatkan ulasan dari Kepala Pusat Promosi Inovasi LAN RI Bapak Muhammad Firdaus. Berikut Videonya !

Berikut merupakan video terbaru dari ChiPS yang merupakan hasil kolaborasi dengan grup TaZki Acapella dengan makdus lebih mensosialisasikan ChiPS dan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Seirama ( Sat.Pol.PP Pontianak menuju Indonesia Ramah )

Peran Sat.Pol.PP Kota Pontianak dalam Penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2018

Satuan Polisi Pamong Praja mempunyai misi strategis dalam membantu Kepala Daerah untuk menciptakan suatu kondisi Daerah yang tentram, tertib dan teratur sehingga penyelenggaraan roda pemerintahan dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat melakukan kegiatannya dengan aman.

Terciptanya kondisi aman, tertib, dan lancar pada pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2018 di Kalimantan Barat merupakan hasil dari kerja keras dan usaha bersama pihak penyelenggara dan Penegak Hukum. Sat.Pol.PP Kota Pontianak turut ambil bagian dalam mengawal proses pelaksanaan awal hingga akhir Pemilihan Gubernur/Walikota di wilayah Kota Pontianak.

Untuk menjamin terlaksananya Pilkada dengan aman, tertib, dan lancar melalui koordinasi dan kerjasama dengan KPU dan BAWASLU Sat.Pol.PP Kota Pontianak telah mengambil beberapa langkah dan upaya, antara lain melakukan pengawasan pemasangan alat peraga kampanye yang berada di tempat-tempat umum, melakukan penertiban terhadap alat peraga kampanye yang menyalahi aturan dan ketentuan, Melakukan patroli pemantauan ketertiban sebagai upaya deteksi dini dan pemetaan pada titik-titik rawan pelanggaran, melakukan penjagaan dan pengamanan Aset-aset vital milik Pemerintah Kota Pontianak, melakukan koordinasi secara rutin bersama Instansi/pihak penyelenggara terkait lainnya selama proses pelaksanaan Pemilihan Gubernur/Walikota di wilayah Kota Pontianak.

Patroli Peemantauan Ketertiban
Pemantauan Pemungutan dan Perhitungan Suara di Kecamatan Se-Kota Pontianak

” Peran Satuan Polisi Pamong Praja dalam mewujudkan Gerakan menuju 100 Smart City Kota Pontianak “

Satuan Polisi Pamong Praja sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda) tentunya akan terfokus kepada Smart Environment, Smart Living serta Smart Governance. Smart Governance dimaksud adalah Satpol PP dengan tugas pokok dan fungsinya yaitu menegakkan Perda haruslah bertindak efektif, efisien, komunikatif dan terus melakukan peningkatan kinerja birokrasi melalui inovasi dan adopsi teknologi yang terpadu.

Mewujudkan visi Smart City dalam indikator Smart Environment juga sangat dibutuhkan, karena Pontianak sebagai pusat perdagangan dan jasa, tentu butuh keamanan, ketentraman dan ketertiban. Sehingga dengan kondisi aman, tentram dan tertib investasi akan masuk ke Pontianak. Mewujudkan Kota yang tertib, aman dan tentram. Bebas dari gelandangan pengemis, PKL yang tertata dan sebagainya itulah yang menjadi tugas Satpol PP secara terus menerus sehingga pada akhirnya visi yang dicanangkan Kota Pontianak itu dapat terwujud. melalui tugas dan fungsi Satpol.PP yang dilaksanakan dengan baik. kedepan pengusaha akan terus berinvestasi di Kota Pontianak. Mensukseskan Smart City dengan Smart Living yaitu suatu lingkungan yang baik. sebagai penegak Perda tugas pokok Satpol. PP mewujudkan ketertiban dan ketentraman umum. Satpol.PP melaksanakan kegiatan pengawasan kontrol masyarakat, turun ke kelurahan – kelurahan, lokasi-lokasi yang rawan terjadinya gangguan ketertiban dan ketentraman, gangguan yang meresahkan masyarakat. Satpol.PP akan hadir disana untuk mewujudkan Smart Living itu. Disamping itu juga untuk membantu  Pemerintah kita akan menciptakan suatu kondisi yang dikenal Satpol.PP yang ramah, orang-orangnya yang profesional, tegas dan santun.

Dalam mewujudkan Kota Pontianak Smart City tentunya bukan saja Satpol.PP, Satpol.PP merupakan bagian kecil yang membantu mewujudkan Visi Pontianak. Namun demikian Sat.Pol.PP akan memberikan kontribusi cukup besar sehingga perwujudan Smart City bisa tercapai dengan pengawasan Perda. Seperti mengawasi penyakit masyarakat ( Pekat ), Lokalisasi, Panti Pijat dan Tempat Hiburan. Mereka harus diawasi agar tetap mematuhi Peraturan yang ada di Kota Pontianak, tidak meresahkan masyarakat, terutama tempat hiburan harus sesuai dengan ketentuan yana ada. Disinilah Satpol.PP hadir sebagai pengontrol. Jika melaksanakan diluar ketentuan maka Satpol.PP akan melakukan penertiban. Satpol.PP tidak bekerja sendirian, tetapi berjalan bersama dengan OPD lainnya untuk mensukseskan program Kota Pontianak. Satpol.PP hadir jika gangguan telah terjadi serta adanya pelanggaran ketentuan dan Perda.Seperti PKL yang melakukan aktifitas diluar ketentuan maka Satpol.PP akan melakukan tidakan razia melalui Patroli. Namun untuk membangun Kota yang aman, tertib dan tentram Satpol.PP melakukan pencegahan dengan melakukan Inovasi ChiPS ( Cegah Kumuh Melalui Penertiban Subuh ) yaitu kegiatan penertiban lapak/rak/gerobak yang ditinggalkan atau bangunan yang berdiri diatas fasum, fasos atau saluran air. Sebelum para pedagang ramai yang menggangu aktifitas lalu lintas, maka personil ditempatkan untuk mengawasi. Sehingga para pedangang tidak ada yang dirugikan. Tetapi jika dibiarkan maka dalam penertiban operasi dilapangan akan menyebabkan kerugian tertutama pada pedagang

Satpol.PP dalam menegakkan Perda tidak berjalan sendirian, kemudian harus memberikan solusi terhadap setiap penertiban. Untuk itu, Satpol.PP selalu menjalin koordinasi kepada OPD terkait. Contohnya terhadap pedagang , Satpol.PP harus berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kecamatan , Kelurahan dan Dinas terkait lainnya untuk memberikan solusi sehingga dalam melakukan eksekusi dan penindakan dilapangan mereka sudah bisa diarahkan. Kemudian Satpol.pp juga terus menjalin kemitraan terhadap Kepolisian, TNI, Kejaksaaan dan Pengadilan yang bisa mendukung tugas dilapangan. Demi terwujudnya Pontianak Smart City, dihimbau kepada masyarakat, penegak hukum, aparatur untuk bersama-sama menjaga dan mematuhi Peraturan Daerah yang sudah ditetapkan di Kota Pontianak. Sehingga Pontianak Smart City dapat terwujud sebagai Kota yang aman, tentram yang akan dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Tegakkan Perda Mendulang PAD

SEBAGAIMANA dalam visi dan misi Satuan Polisi Pamong Praja (PP), bahwa Satpol.PP ingin mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta tegaknya Peraturan Daerah ( Perda )  dan Keputusan Kepala Daerah.

Pontianak Menuju Smart City

Sedangkan misi yang diemban Satpol.PP ingin mewujudkan Satpol.PP yang ramah, handal, tangguh dan profesional, mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui pelaksanaan Penegakkan Perda dan Keputusan Kepala Daerah, mendorong terciptannya Trantibum untuk mendukung kesejahteraan rakyat. Sejatinnya banyak sektor yang bisa digali untuk mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Pontianak yang pada akhirnya nanti untuk peningkatan kesejahteraan warga Kota Pontianak baik dalam wujud pembangunan maupun menambah modal bantuan pada masyarakat. Peran Instansi dan Satpol.PP Kota Pontianak dalam rangka mengamankan sumber pemasukan strategis, sesuai dengan visi dan misi yang diemban. Salah satu yang menjadi objek penertiban Satpol.PP Kota Pontianak di antaranya adalah kegiatan razia rumah kost yang terindikasi melakukan asusila. melalui inovasi SiCepOY ( Sidang Cepat Pro Yustisi ) Satpol.PP Kota Pontianak melakukan Razia Rumah Kost dan bagi penghuni yang terjaring langsung disidangkan di Pengadilan Negeri pada hari tersebut.

oleh : Kabid Ops Tibum Satpol.PP Kota Pontianak

Koordinasi dan Pembinaan Siskamling di Kecamatan Se-Kota Pontianak

Peran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) sangat penting di tengah masyarakat.

Demi terselenggaranya ketentraman dan ketertiban umum kesiapsiagaan harus lebih di tingkatkan , pemerintah bersama masyarakat harus bekerjasama dan gotong royong mewujudkannya.

Dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang terjadi sangat berpengaruh dan berpotensi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban umum di Wilayah Kota Pontianak, terlebih tahun ini bertepatan dengan Pemilukada Provinsi dan Kabupaten Kota. Pontianak sebagai Ibu Kota provinsi akan terdampak langsung oleh hal tersebut.

Keterlibatan Sat.Pol.PP dan Sat.Linmas, memastikan keamanan dan ketertiban umum masyarakat tetap terjaga, namun masyarakat sendirilah yang mengalami langsung adanya gangguan atau ancaman di sekitarnya.

Oleh karena itu berdasarkan Peraturan Walikota Pontianak Nomor 24 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Sistem Keamanan Lingkungan Masyarakat di Kota Pontianak, Sat.Pol.PP Kota Pontianak melakukan kegiatan Koordinasi dan Pembinaan ini, guna menyadarkan masyarakat dan melakukan deteksi dini terhadap ancaman dan gangguan keamanan. Sehingga potensi adanya gangguan dan ancaman dapat terlebih dulu di antisipasi , dengan demikian masyarakat Kota Pontianak tetap merasa terlindungi dan dapat melakukan aktivitasnya dengan aman dan nyaman .

Tak miliki Ijin , kegiatan penggalangan dana di bubarkan

Kamis, 29 Maret 2018

`

Perempatan Lampu lalu lintas Ahmad Yani , Regu Patroli Sore Sat.Pol.PP Kota Pontianak hentikan aktivitas penggalangan dana yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Untan.

Pada dasarnya tidak ada larangan untuk menggalang dana , terlebih kegiatan sosial yang dilakukan rekan-rekan mahasiswa sangat bertujuan baik karena termotivasi oleh rasa simpati terhadap masyarakat yang sakit dan kurang mampu .

Namun sesuai dengan peraturan dan ketentuan berlaku yang sudah di atur dalam  Perda Kota Pontianak Nomor 1 tahun 2010 Pasal 41c;  bahwa “ Setiap orang atau badan dilarang meminta bantuan atau sumbangan dengan cara dan alasan apapun, baik dilakukan sendiri-sendiri atau bersama-sama di jalan, angkutan umum, rumah tempat tinggal, kantor dan tempat umum lainnya kecuali dengan izin tertulis dari Kepala Daerah”, artinya pelaksanaan kegiatan tersebut harus melalui proses perizinan kepada Kepala Daerah terlebih dahulu sebagai bentuk pertanggung jawaban .

jika kita sadari bersama banyak efek yang di timbulkan oleh kegiatan ini diantaranya menggangu lalu lintas dan ketertiban umum di sekitar lokasi kegiatan, oleh karena itu diharapkan masyarakat dapat memahami prosedur dan ketentuan terlebih dahulu sebelum melaksanakan kegiatan sosial lainnya.

Patroli Malam Sat.Pol.PP Kota Pontianak, Tangkap 2 remaja sedang ngelem”

Selasa malam, (17/4/2018). Angga ( 18 th ) dan Candra Irawan ( 19 th ) , terciduk sedang ngelem di lantai 4 ruko kosong Jalan Tanjung Raya 2 oleh petugas Patroli malam Sat.Pol.PP Kota Pontianak . Usai di tangkap petugas langsung mengamankan dua remaja tersebut untuk di proses oleh Dinas Sosial Kota Pontianak, 1 unit sepeda motor Yamaha Vega R di sita sebagai barang jaminan.

Dua anak yang ditangkap ini akan dibina. Setelah didata dan menjalani pemeriksaan, mereka dapat mengambil barang sitaan dengan menunjukan Surat Keterangan dari Dinas Sosial .

diharapkan dengan adanya Patroli Pemantauan Ketertiban Umum ini dapat memberikan rasa aman dan mencegah timbulnya penyakit masyarakat di Wilayah Kota Pontianak.

” Seirama ” Sat.Pol.PP Pontianak Menuju Indonesia Ramah

 

Selama ini konotasi Sat Pol PP adalah Arogansi, namun perkembangan zaman menuntut bagaimana Sat Pol PP harus lebih Preventif dan Humanis untuk mewujudkan Penegakkan Perda, Penyelenggaraan Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai HAM, dan dalam rangka menyadarkan masyarakat untuk bersama-sama dengan Pemerintah Daerah membangun budaya bangsa yang bermartabat, Sat.Pol.PP Kota Pontianak telah melaksanakan “ Gerakan Satpol.PP menuju Indonesia Ramah “.

Berdasarkan Perpres No 12 Tahun 2016  Tentang gerakan Nasional Revolusi Mental dan Instruksi Mendagri No. 331.1/8024/SJ tahun 2017 dan Tugas Pokok dan Fungsi Sat.Pol.PP, langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut dapat dimulai dengan hal sederhana yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat , yaitu dengan membantu pengamanan di sekitar area sekolah-sekolah yang terdapat di wilayah Kota Pontianak.

Kegiatan ini berorientasi kepada peningkatan pelayanan kepada masyarakat , dan membentuk Sat.Pol.PP lebih humanis, ramah, serta mengedepankan perlindungan. Dengan dilaksanakan kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat , sehingga dapat menyadari pentingnya penegakkan perda dan ketertiban umum dan dapat berpartisipasi secara aktif membantu mewujudkannya.